Candu
I started Missing you as soon as we said good bye :(( Karena Tak semua bisa segera berujung temu, maka bersabarlah. Menyoal rindu ia bisa menjadi candu yang bisa datang kapan saja obatnya pun adalah temu. Rindu, satu penyakit menyenangkan yang justru sering kali membuat banyak orang merasa gegana. Saat rindu menghantam perasaanmu, sadar atau tidak, hubungan jarak jauh itu mengajarkanmu akan banyak hal.
Kadang, aku ingin waktu berjalan cepat, lebih cepat, dan sangat cepat. Sehingga aku bisa merutuk semua rindu yang merajam dan menyeka jarak yang sepertinya masih enggan mendekat. Tapi sebenarnya apa yang perlu ditakutkan? Bukannya bagaimanapun jarak mencoba menjauhkan, kita tetap lebih hebat dari dia?
Dengan jarak, kita jadi semakin tahu bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, mesti ada banyak hal yang dikorbankan. Bukan hanya materi dan tenaga, tetapi juga waktu. Semuanya harus diatur sebelum waktu bertemu tiba. Saat-saat mengatur itulah, kedewasaan diuji. Jarak Mengajari Kita Usaha Jauh Lebih Besar Dari Sekadar Bicara. Dan mengapa jarak begitu mengajari kita banyak hal. Semua ini pasti memiliki alasan. Aku yakin alasannya adalah, kita.
Hanya memiliki waktu yang singkat untuk bertemu, lalu mesti menunggu lama untuk bersua lagi. Kurang pelajaran sabar apa lagi?Ketika ada percikan-percikan pertengkaran kecil, kita terpaksa dan dipaksa oleh keadaan untuk bersabar. Tak apa, itu latihan. Dengan begitu, kesabaran akan melingkupi kita dan bisa lebih mengerti kesabaran.
Aku selalu percaya waktu itu akan datang. Waktu di mana kita menghadapi kerasnya dunia bersama. Waktu di mana kita bisa menari di bawah hujan bukannya menunggu badai reda. Waktu di mana aku merasa baik-baik saja ketika genggam tanganmu ada.
Layaknya sebuah mutiara, aku harus menyelam lebih dalam untuk mendapatkan keindahannya. Maka aku mengerti
Kita hanya perlu bersabar.
Untuk sekarang, mari berdamai dengan keadaan. Mari berdamai dengan jarak dan waktu. ketahuilah satu hal. Jarak dan waktu antara kita besarnya tidak pernah melebihi rasa sayang yang ada 😊
Kadang, aku ingin waktu berjalan cepat, lebih cepat, dan sangat cepat. Sehingga aku bisa merutuk semua rindu yang merajam dan menyeka jarak yang sepertinya masih enggan mendekat. Tapi sebenarnya apa yang perlu ditakutkan? Bukannya bagaimanapun jarak mencoba menjauhkan, kita tetap lebih hebat dari dia?
Dengan jarak, kita jadi semakin tahu bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, mesti ada banyak hal yang dikorbankan. Bukan hanya materi dan tenaga, tetapi juga waktu. Semuanya harus diatur sebelum waktu bertemu tiba. Saat-saat mengatur itulah, kedewasaan diuji. Jarak Mengajari Kita Usaha Jauh Lebih Besar Dari Sekadar Bicara. Dan mengapa jarak begitu mengajari kita banyak hal. Semua ini pasti memiliki alasan. Aku yakin alasannya adalah, kita.
Hanya memiliki waktu yang singkat untuk bertemu, lalu mesti menunggu lama untuk bersua lagi. Kurang pelajaran sabar apa lagi?Ketika ada percikan-percikan pertengkaran kecil, kita terpaksa dan dipaksa oleh keadaan untuk bersabar. Tak apa, itu latihan. Dengan begitu, kesabaran akan melingkupi kita dan bisa lebih mengerti kesabaran.
Aku selalu percaya waktu itu akan datang. Waktu di mana kita menghadapi kerasnya dunia bersama. Waktu di mana kita bisa menari di bawah hujan bukannya menunggu badai reda. Waktu di mana aku merasa baik-baik saja ketika genggam tanganmu ada.
Layaknya sebuah mutiara, aku harus menyelam lebih dalam untuk mendapatkan keindahannya. Maka aku mengerti
Kita hanya perlu bersabar.
Untuk sekarang, mari berdamai dengan keadaan. Mari berdamai dengan jarak dan waktu. ketahuilah satu hal. Jarak dan waktu antara kita besarnya tidak pernah melebihi rasa sayang yang ada 😊
Komentar
Posting Komentar